Entah berapa ratus kali air mata ini membasahi pipi, merasakan sakit seperti ini tapi aku tetap tegar ya mungkin ini takdirku yang harus kujalani seperti ini adanya, tak semudah membalikkan telapak tangan, niat hati mau menjadi wanita seutuhnya, tapi apalah daya, baru mau mencoba pun sudah seperti ini, ya mungkin aku sedikit angkuh untuk menjadi wanitamu atau bahkan memang aku tak pernah dianggap wanita oleh mu, aku seperti wanita kebanyakan itu, walo tak banyak yang ku tuntut, apakah ini karena aku tak pernah bisa menjadi wanita yang kou harapkan? sehingga kadang terkesan aku tak pernah ada apa-apanya dimatamu, aku sakit atas kata yang kou ucap itu, hargai aku menjadi wanitamu, dan hargai aku atas perubahan ini, mencoba menjadi istri yang baik itu susah, tapi walau begitu aku mencoba tampil sempurna dimatamu, dan rupanya hati ini begitu sensitif jadi aku hargai aku :(
Untuk menjadi istri yang baik dengan latar belakang seperti ku begitu rumit, mempertaruhkan hidup untuk mengabdi terhadap imam ku, meninggalkan kebebasan itu dan menanggalkan kemalasan ku, aku tau konsekwensi atas apa yang kupilih, tapi tak pernah terlintas aku berjalan sendiri merubah diriku, kenapa ga sama-sama kita rubah semuanya?????
Untuk menjadi istri yang baik dengan latar belakang seperti ku begitu rumit, mempertaruhkan hidup untuk mengabdi terhadap imam ku, meninggalkan kebebasan itu dan menanggalkan kemalasan ku, aku tau konsekwensi atas apa yang kupilih, tapi tak pernah terlintas aku berjalan sendiri merubah diriku, kenapa ga sama-sama kita rubah semuanya?????
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.