hangat terasa airmata membasahi pipi, perihnya hatipun jelas terasa menusuk sanubari. walo mulut ingin berkata tapi sengaja kutahan agar tak pecah suaraku. mencoba tegar dan menganggap semua memang harus berjalan sesuai skenario dan aku harus tetap berusaha menjadi seorang wanita kuat yang tak pandai mengeluh. mengikuti semua apa yang tertulis diskenario jelas membuat aku harus tampil sempurna sebagai seorang aktor:D hohoho
dan kenapa diluaran sana masih saja terdengar selentingan atau bahkan makian bahwa aktingku belum sempurna wewww...:(
berlari dan mencari semua dilakukan agar semua bisa terpenuhi. dan lagi-lagi hati ini harus ku sakiti (*maafkan aku) mengorbankan kebahagiaan hati untuk dia uhuukkk
menyerah saja kah atau memang aku layak menjadi seorang aktor yang pandai berakting dan melupakan siapa aku??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.