Laman

29 Agustus 2014

Belajar menghargai keinginan hati

Belajar menghargai keinginan hati

Semua tak sama, tak seperti yang dulu dan tak semanis dahulu
Bernada sama tapi selalu samar terdengar
Janji manis kerap kudapati tapi entahlah hanya sebuah ilusi
Baku hantam rasa berkecambuk di dada...
Achh sudahlahh nikmatin saja hidupmu

mau berdiri terus berlalari pun sama saja
sama halnya kamu duduk dan diam
sama saja !! dan itu sama saja
kalau nyatanya seperti ini!!

da aku mah apa atuhh
ya siapa sih aku, gak ada bedanya dengan orang orang itu
orang yang saat ini dekat dengan kamu
malah sepertinya mereka lebih penting dari aku

iya kan mereka lebih penting dari aku??
mereka yang mampu membuat kamu seperti ini
aku hanya seseorang yang hanya merepotkan kamu, mungkin?
yang hanya membuat kamu gak bisa melakukan semua hal yang di ingini

rasa marah, kesal, kecewa bahkan sebal kerap kou tunjukan
seakan menuntut aku untuk selalu seperti yang kou ingini
entah di sengaja atau memang sudah menjadi sikap asli
tak bisa kah kou memaklumi??








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.